ISLAM DAN TANTANGAN ZAMAN

Oleh : Abdul Muiz Hazin

Gerak perubahan zaman yang didorong oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, telah melahirkan zaman kemajuan yang memberikan banyak kemaslahatan dan kemudahan bagi umat manusia. Zaman modern merupakan hasil dari kemajuan yang dicapai masyarakat Eropa dalam sains dan teknologi yang meletakkan manusia menjadi penguasa atas diri dan hidupnya sendiri. Doktrin teosentris (kekuasaan Tuhan) yang dihegemonikan gereja selama abad pertengahan diganti dengan doktrin manusia sebagai pusat kehidupan (antroposentrisme). Di era ini manusia merancang pola hidup baru yang berbeda dengan era sebelumnya, rancangan kepercayaan yang membuat banyak dari mereka yang mengasumsikan zaman modern sebagai puncak perkembangan sejarah peradaban manusia.

Pada saat ini seluruh aspek kehidupan telah tersentuh oleh modernisasi, baik pada segi kehidupan bermasyarakat, gaya hidup, maupun moral. Inovasi-inovasi yang terus dilakukan telah menghasilkan teknologi yang semakin lama semakin canggih. Pada hakikatnya, mega proyak modernitas yang dibangun dengan pilar utama berupa reflektifitas, ilmu dan sains, penghargaan pada individu dan materi mempunyai nilai yang sangat penting dan baik bagi kemajuan kehidupan manusia, hanya saja dalam gerak perjalanannya ternyata telah bergulir pada proses yang pada akhirnya membawa banyak permasalahan dan persoalan yang lebih kompleks dan kepincangan-kepincangan serius bagi kehidupan manusia.

Pada titik ini, agama Islam dan tradisi dalam dunia Islam, mau tidak mau harus terlibat berdialektika dengan modernitas. Yang pasti, sejarah telah mencatat bahwa Islam dan kaum muslimin telah memainkan peran penting dalam membangun peradaban dunia. Kejayaan Islam pada masanya, telah mengantarkan bangsa-bangsa lain untuk sadar membangun peradaban dunia, mengajarkan mereka nilai-nilai kebaikan, nilai-nilai kemajuan, membangun kesejahteraan rakyat dan keadilan hokum, kesetaraan antar manusia, dan yang terpenting, Islam telah mengajarkan mereka akan pentingnya ilmu dan pengetahuan. Atau dapat dikatakan bahwa, mega proyek modernitas terbangun atas konstribusi agama Islam dan kaum Muslimin. Itulah saat dimana umat Islam dapat dikatakan sebagai pembawa “rahmatan lil alamin” (pembawa rahmat bagi semua makhluk).

Kesempurnaan Ajaran Islam
Islam pada dasarnya merupakan agama yang sempurna, agama yang lahir sebagai agama universal yang memiliki kesempurnaan di segala aspek kehidupan manusia. Islam adalah agama yang dapat menuntun manusia untuk mencari kesempurnaan, jalan pembebasan dan kemanusiaan dari dua kekuatan global zamannya. Agama yang merupakan gerakan spiritual, moral, pendidikan, budaya, politik, serta sistem ekonomi alternatif terhadap sistem dan budaya yang tengah mengalami pembusukan dan proses dehumanisasi.Seperti ditunjukkan dalam perjalanan sejarah, Islam menjadi sumber utama lahirnya kemajuan peradaban manusia. Kesempurnaan dan universalitas konsep sistem hidup Islam yang ditegaskan dalam dua sumber utamanya (Qur’an dan Hadis) nyata-nyata telah membawa kemajuan peradaban manusia, memberikan kontribusi dalam kemajian ilmu pengetahuan dan saint, dan sekaligus juga mengantarkannya sebagai agama yang mampu survive di setiap zaman dan tempat.

Secara umum, sifat kesempurnaan ajaran Islam dapat dilihat dari sisi universalitas ajarannya untuk semua zaman. Islam dan seluruh sistem nilai ajarannya tetap kontekstual untuk semua zaman. Mulai dari pertama diturunkan, zaman ketika Rasulullah Muhammad saw masih hidup, ajaran Islam terus eksis dan banyak memberikan konstribusi akan lahirnya kemajuan zaman. Memberikan konstribusi akan kebebasan, kesejahteraan, kesetaraan, keadilan, ilmu pengetahuan dan saints, system social politik, system social budaya dan system ekonomi yang sangat maju dan berbasiskan kemanusiaan. Sistem nilai Islam juga dapat berlaku dan diberlakukan disemua tempat didunia ini, dimana saja. Ajaran Islam, diturunkan bukan untuk satu tempat dan satu keadaan, akan tetapi Islam turun sebagai “rahmatan lil alamin. Agama Islam ditujukan untuk semua umat, ras dan bangsa serta untuk semua lapisan masyarakat, bukan hanya untuk bangsa tertentu saja. Kesempurnaan ajaran Islam tampak nyata darai ajarannya yang fleksibel, lentur dan luwes, mudah menyesuaikan dengan semua lingkungan.

Fleksibelitas ajaran Islam bukan berarti selalu berubah-ubah dan berganti menurut keadaan dan tempat, akan tetapi ajaran Islam mencakup seluruh kemaslahatan manusia dan kemaslahatan umat baik di dunia atau di akhirat. Sumber dan pondasi ajaran Islam, mampu berdialog dan berdialiktika dengan semua tempat dan keadaan dengan tetap bersandar pada asas-asas yang kokoh, yang diberdiri tegak untuk membangun manusia berdasarkan “fitrah” kemanusiaan

Pembaharuan Islam
Kesempurnaan ajaran Islam yang universal dan fleksibel, sangat potensial menghadapi dan mengontrol perubahan, Islam dapat mengikuti perubahan dan juga merubah keadaan. Islam mempunyai sumber ajaran yang tidak statis, tidak anti perubahan dan perkembangan, sumber ajaran Islam memberikan ruang yang luas untuk berdialektika dengan perubahan dan perkembangan. Akan tetapi aktualitas potensi tersebut membutuhkan peran pemeluknya. Ketidakmampuan pemeluk Islam dapat berimbas pada tidak berkembangnya potensi yang ada. Potensi tersebut akan menjadi pudar dan bahkan Islam berubah menjadi kaku dan rigid, padahal aktualisasi potensi tersebut jelas ada dalam intitusi tajdid (Pembaharuan) dan ijtihad.

Pembaharuan dalam Islam, tidak boleh menyangkut dasar atau fundamental ajaran Islam, Pembaharuan Islam bukan dimaksudkan untuk mengubah, memodifikasi, ataupun merevisi nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar supaya sesuai dengan kepentingan zaman, Pembaharuan Islam lebih berkaitan dengan kontekstualisasi ajaran dasar dengan kebutuhan zaman, penafsiran atau interpretasi terhadap ajaran-ajaran dasar agar sesuai dengan kebutuhan perkembangan, serta semangat jaman. Oleh karenanya, Pembaharuan merupakan aktualisasi dan implementasi ajaran Islam dalam perkembangan zaman.

Pada prinsipnya, ajaran Islam telah menyediakan pedoman-pedoman dasar yang harus diimplementasikan pemeluknya sesuai dengan konteks ruang waktu yang melingkupinya. Islam tidak hanya menata kahidupan manusia secara individual, akan tetapi Islam juga menyediakan pondasi dasar yang terkait dengan seluruh dimensi kehidupan manusia, perkembangan dan pengembangan peradaban manusia, baik secara sosial, ekonomi, politik, hukum, keamanan, pendidikan, lingkungan dan kebudayaan maupun dasar-dasar pengetahuan yang berbasiskan saint dan teknologi.

Dengan demikian, Agama Islam tidak hanya menghadirkan aspek-aspek yang tetap, abadi, dan tidak bisa berubah, karena apabila demikian adanya, maka yang terjadi adalah ketidakmampuan Islam mempertahankan diri menghadapi zaman. Akibatnya, Islam akan kehilangan relevansinya. Sebaliknya, jika aspek-aspek yang tetap, abadi dan tidak berubah tersebut tidak ada dalam Islam, maka Islam akan kehilangan otentitasnya sebagai pedoman hidup manusia. Dimensi inilah yang nyata memperlihatkan kesempurnaan agama Islam. Islam berdiri menghadirkan titik pusat bangunan peradaban manusia. Islam menghadirkan nilai-nilai yang tetap sebagai panduan hidup berbasiskan fitrah manusia, dan pada sisi yang lain, Islam mengahadirkan nilai-nilai yang universal, fleksibel dan luwes sebagai titik pusat membangun dan mengembangkan peradaban manusia.

Oleh karenanya, keberadaan tajdid dan ijtihad menjadi bukti penting penghargaan Islam terhadaap kemampuan manusia. Batas-batas yang ada dalam proses tajdid dan ijtihad bukan merupakan pengekangan terhadap kemampuan manusia, tetapi sebagai media mempertahankan otentisitas ajaran Islam, dan sebagai upaya ilmiah untuk menjaga agar interpretasi dan kontekstualisasi ajaran Islam tetap berada pada jalur yang lurus, karena apabila orang-orang yang tidak layak secara keilmuan ikut terlibat melakukan tajdid dan ijtihad, maka akan sangat mungkin terjadi penafsiran yang salah kaprah dan salah arah. Penafsiran yang menghakimi “salah” hal-hal yang semestinya benar, hanya karena ketidak mampuan dan ketidak layakan mereka melakukan tajdid dan ijtihad.

Testimoni

You must be logged in to post a comment.