RASA TAKUT (KHAUF) KEPADA ALLAH

Oleh : Abdul Muiz Hazin

Seorang ahli hikmah, ahli fiqh (faqih) “imam Abu Lais” menjelaskan bahwa tanda-tanda perasaan takut (khauf) kepada Allah nampak jelas pada tujuh hal :

1. Lisan : Lisan yang tercegah dari berkata bohong, ghibah, dusta, aduh-domba dan berlebihan dalam berbicara, serta selalu sibuk untuk berdzikir kepada Allah, membaca al-qur’an dan menela’ah ilmu
2. Hati : Hati yang kosong dari sifat permusuhan, kedustaan dan hasud terhadap saudaranya, karena hasud akan menghilangkan kebaikan-kebaikan seperti yang disabdakan Rasulullah SAW “ hasud akan memakan kebaikan seperti api memakan kayu”. Sifat hasud adalah sebagian dari penyakit yang sangat besar yang terdapat di dalam hati, sedangkan penyakit-penyakit hati tidak bisa diobati kecuali dengan ilmu dan amal.
3. Penglihatan : Mata dan penglihatan yang tidak pernah melihat pada sesuatu yang haram, baik berupa makanan, minuman, pakaian dan lain-lain. Juga tidak pernah melihat pada dunia dengan perasaan cinta, akan tetapi melihat sebagai i’tibar (contoh), serta juga tidak pernah melihat pada apa-apa yang tidak halal baginya sebagaimana sabda Rasulullah SAW “barang siapa yang memenuhi matanya dengan perkara haram, maka di hari kiamat Allah akan memenuhi matanya dengan api neraka”
4. Perut : Perut yang tidak pernah dimasuki dengan barang haram, karena hal tersebut merupakan dosa besar seperti sabda Rasulullah SAW “apabila sepotong dari perkara haram masuk ke dalam perut anak adam, maka semua malaikat di bumi maupun di langit akan melaknatnya selama barang tersebut masih ada dalam perutnya, dan apabila ia mati dalam keadaan tersebut, maka ia akan menjadi penghuni neraka jahannam”
5. Tangan : Tangan yang tidak pernah menjangkau pada perkara haram, akan tetapi selalu menjangkau pada sesuatu yang mengandung keta’atan kepada Allah. Diriwayatkan dari Ka’ab al-Ahbar, beliau berkata “sesungguhnya Allah ta’ala menjadikan sebuah negeri dari batu mulia yang berwarna hijau yang di dalam negeri tersebut terdapat tujuh puluh ribu negeri, di mana dalam setiap negeri tersebut terbangun tujuh puluh ribu rumah. Negeri tersebut diperuntukkan hanya bagi seorang laki-laki yang dihidangkan kepadanya perkara yang haram, akan tetapi laki-laki tersebut meninggalkannya karena takut kepada Allah
6. Kaki : Kaki yang tidak pernah berjalan dalam dan menuju kemaksiatan kepada Allah, akan tetapi kaki tersebut berjalan menuju keta’atan dan keridha’an Allah, serta menuju persahabatan terhadap ulmak dan orang-orang sholeh
7. Keta’atan : Keta’atan yang murni untuk Allah, yang takut akan riya’ dan kemunafikan.

Testimoni

You must be logged in to post a comment.