TANGISAN MALAIKAT JIBRIL DAN MIKAIL

Oleh : Abdul Muiz Hazin

Imam al-Ghazali menyebutkan dalam sebuah karyanya, bahwa pada langit yang pertama nama iblis disebut sebagai al-Abid (ahli ibadah), pada langit yang kedua iblis disebut az-Zahid. Pada langit yang ketiga, disebut al-Arif. Pada langit keempat, namanya adalah al-Wali, sedangkan pada langit yang kelima, disebut sebagai at-Taqi. Pada langit keenam namanya disebut al-Kazin dan pada langit yang ketujuh namanya disebut sebagai Azazil, sedangkan dalam Luh al-Mahfudz, namanya adalah iblis.
Dikisahkan bahwa pada suatu ketika Allah S.W.T memerintahkan kepada iblis dan para malaikat untuk sujud menghormat kepada Adam, akan tetapi iblis enggan melaksanakan perintah Allah tersebut dan berkata, “Adakah Engkau lebih memuliakan Adam daripada aku, sedangkan aku lebih mulia daripada Adam. Engkau jadikan aku dari api, sedangkan Adam Engkau jadikan dari tanah.” Hal ini dilakukan oleh iblis kerana memandang dirinya penuh dengan keutamaan dan kemuliaan, sehingga dia enggan melaksanakan perintah Allah untuk bersujud dan menghormat kepada Adam A.S dengan penuh kebanggaan dan kesombongan.
Iblis berdiri tegak dengan sombongnya walaupun pada saat itu para malaikat bersujud menghormat kepada Adam sesuai perintah Allah. Ketika para malaikat telah selesai bersujud dan mengangkat kepala mereka, para malaikat mendapati iblis tidak sujud dan tetap berdiri tegak dengan penuh kebanggaan dan kesombongan. Kemudian para malaikat bersujud kembali untuk kedua kalinya demi mengungkapkan rasa bersyukur kepada Allah, akan tetapi iblis dengan keangkuhan dan kesombongannya tetap enggan untuk bersujud. Iblis tidak ingin mengikuti para malaikat dengan tanpa rasa bersalah dan menyesal atas keengganannya.
Melihat keengganan dan penentangan Iblis, Allah S.W.T menjadi murka dan mengusirnya dari sorga setalah merubah wajah iblis dari asalnya yang sangat indah menjadi bentuk yang menjijika. Allah S.W.T menjadikan kepalanya menjadi seperti kepala unta, dadanya seperti daging yang menonjol di atas punggung, wajah yang ada di antara dada dan kepalanya menjadi seperti wajah kera, sedangkan kedua matanya berbentuk memanjang dipermukaan wajahnya. Lubang hidungnya terbuka, kedua bibirnya seperti bibir lembu, taringnya keluar seperti taring babi hutan dan jenggotnya hanya sebanyak tujuh helai.
Kemudian Allah mengusirnya dari syurga, bahkan dari langit, dari bumi dan ke beberapa jazirah. Iblis tidak akan dapat masuk ke bumi melainkan dengan cara sembunyi-sembunyi. Allah S.W.T melaknatnya sampai hari kiamat, karena iblis telah menjadi kafir. Begitulah akhir dari iblis yang sebelumnya mempunyai wajah yang indah cemerlang, mempunyai banyak ilmu, banyak melaksanakan ibadah, bahkan menjadi kebanggan para malaikat, sebab iblis merupakan pemimpin para malaikat karubiyyin dan malaikat yang lain. Akan tetapi semua itu tidak menjadi jaminan sama sekali baginya, ketika dia menentang perintah Allah dengan keangkuhan dan kesombongannya.
Melihat pembalasan Allah S.W.T terhadap tipu daya iblis, malaikat Jibril dan malaikat Mika’il menangis mencucurkan air mata. Ketika melihat kedua malaikat tersebut menangis, Allah berfirman “Apakah yang membuat kalian berdua menangis wahai malaikatku ?” kedua malaikat tersebut menjawab, “Ya Allah! Kami tidaklah aman dari tipu dayamu. Allah menjawab dengan Firmannya “Begitulah aku, maka jadilah engkau berdua tidak aman dari tipu dayaku, niscaya engkau akan selamat.”
Setelah diusir oleh Allah, Iblis meminta permohonan kepada Allah, “wahai Tuhanku, Engkau telah mengusir aku dari Syurga dikarenakan Adam, sedangkan aku tidak dapat menguasainya melainkan dengan penguasaan-Mu”. Allah berfirman “Engkau Aku beri kekuasaan kepada dia (anak cucu Adam)”. Kemudian Iblis kembali memohon dan berkata, “Tambahkanlah lagi untukku.” Allah menjawab, “Tidak akan dilahirkan seorang anak baginya kecuali tentu dilahirkan untukmu dua padanya.” Merasa belum cukup Iblis memohon dan berkata lagi, “Tambahkanlah lagi untukku.” Kemudian Allah menjawab “Dada-dada mereka adalah rumahmu, engkau berjalan di sana sejalan dengan peredaran darah. Belum juga merasa puas Iblis kembali memohon dan berkata, “Tambahkanlah lagi untukku.” Maka Allah menjawab “Dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukan yang berjalan kaki Dan bersekutulah dengan mereka dalam harta benda dan pada anak-anak,”.
Firman Allah ini mempunyai pengertian bahwa Allah mengizinkan Iblis untuk minta tolong menghadapi anak cucu Adam dengan pembantu-pembantu yang banyak, baik yang naik kuda mahupun yang berjalan kaki, selain juga mendorong anak cucu Adam untuk mencintai harta benda dan mengejar kebahagian dunia, sehingga mereka terjerumus ke dalam lembah keharaman.
Sedangkan makna dari kata-kata (dan pada anak-anak), Allah mengizinkan kepada Iblis untuk menganjurkan mereka (anak cucu Adam) membuat perantara mendapatkan anak dengan cara yang dilarang, seperti melakukan persetubuhan dalam masa haid, berbuat hal-hal yang syirik mengenai anak-anak mereka dengan memberi nama mereka Abdul Uzza, menyesatkan mereka dengan cara mendorong ke arah agama yang batil, mata pencarian yang tercela dan perbuatan-perbuatan yang jahat dan munkar. Keterangan tentang ini dijelaskan dalam al-Qur’an surat al-Isra ayat 64 “Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka”

Testimoni

You must be logged in to post a comment.